• header_homepage_01.jpg
  • header_homepage_02.jpg
  • header_homepage_03.jpg

Setiap bisnis melibatkan transaksi dengan manusia. Orang-orang tersebut dipengaruhi oleh bisnis dan oleh karena itu memiliki kepentingan dalam bisnis tersebut. Mereka disebut sebagai pemangku kepentingan atau orang-orang yang memiliki kepentingan dalam bisnis tersebut. Lima jenis pemangku kepentingan yang terlibat dalam suatu bisnis : Pemilik, kreditor, karyawan, pemasok dan pelanggan.

Setiap jenis pemangku kepentingan memainkan peranan penting bagi perusahaan, sebagaimana dijelaskan berikut ini.

Pemilik
Setiap bisnis dimulai sebagai hasil dari suatu ide mengenai produk atau jasa oleh satu atau lebih usahawan. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, kewiraswastaan adalah tindakan penciptaan, pengaturan, dan pengelolaan suatu bisnis. Para wiraswasta sangat penting bagi pengembangan bisnis baru karena mereka menciptakan produk baru (atau memperbaiki produk yang sudah ada) yang diinginkan oleh pelanggan.

Kreditor
Perusahaan biasanya membutuhkan dukungan keuangan melampaui apa yang disediakan oleh pemiliknya. Ketika suatu perusahaan didirikan pada awalnya, perusahaan tersebut mengeluarkan beban sebelum dapat menjual suatu produk atau jasa. Misalnya saja, perusahaan itu harus membeli mesin, menyewa fasilitas, dan memperkerjakan karyawan sebelum memperoleh pendapatan. Selama beberapa bulan pertama, bebannya dapat melampaui pendapatanya bahkan jika perusahaan itu dikelola dengan baik. Pemilik dari bisnis baru pada awalnya mungkin harus mengandalkan teman atau anggota keluarga untuk pinjaman karena bisnis mereka tidak memiliki sejarah yang membuktikan bahwa bisnis tersebut kemungkinan besar akan berhasil dan oleh karena itu mampu membayar pinjamannya tepat waktu.

Karyawan
Perusahaan memperkerjakan karyawan untuk melaksanakan operasi bisnisnya. Beberapa perusahaan hanya memiliki sedikit karyawan, sementara perusahaan lain, seperti GENERAL MOTORS dan IBM, memiliki lebih dari 200.000 karyawan. Banyak perusahaan berhasil karena karyawannya. Karyawan yang bertanggung jawab untuk mengelola penugasan kerja dari karyawan lain dan membuat keputusan bisnis penting disebut manager. Kinerja dari suatu perusahaan sangat bergantung pada keputusan managernya. Meskipun keputusan manajer yang baik dapat membantu perusahaan untuk berhasil, keputusan mereka yang buruk dapat menyebabkan perusahaan gagal.

Pemasok
Perusahaan pada umumnya menggunakan bahan baku guna menghasilkan produknya. Misalnya saja, produsen mobil menggunakan baja untuk membuat mobil, sementara kontraktor membutuhkan semen, papan kayu, dan banyak bahan baku lainnya. Perusahaan tidak dapat menyelesaikan proses produksi jika mereka tidak dapat memperoleh bahan baku. Oleh karena itu, kinerja mereka sebagian bergantung pada kemampuan pemasok mereka untuk mengantar bahan baku sesuai jadwal.

Pelanggan
Perusahaan tidak dapat bertahan hidup tanpa pelanggan. Untuk menarik pelanggan, suatu perusahaan harus menyediakan produk atau jasa yang diinginkan pada harga yang wajar. Perusahaan juga harus memastikan bahwa produk atau jasa yang dihasilkan memiliki kualitas yang memadai sehingga pelanggan puas. Jika suatu perusahaan tidak dapat menyediakan produk atau jasa dengan kuaitas harga yang diinginkan oleh pelanggan, maka pelanggan akan beralih ke perusahaan saingan.
 
Sumber : BUSINESS COMMUNICATION, Dr. fr.ff.M.Budi Djatmiko.M.SI

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn