• header_homepage_01.jpg
  • header_homepage_02.jpg
  • header_homepage_03.jpg

Bisnis.com, JAKARTA- Delapan perusahaan asal Tiongkok siap berinvestasi hingga US$2,4 miliar untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) nikel di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

Rencananya setiap perusahaan akan mengolah sekitar 1,2 juta ton nikel untuk dijadikan produk yang bernilai tambah lainnya, mulai dari FeroNikel hingga stainless steel.

Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Harjanto mengatakan Kabupaten Bantaeng sudah menyiapkan lahan sekitar 3.000 hektar untuk dijadikan area pengembangan smelter di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, delapan perusahaan asal Tiongkok itu bukan membentuk satu konsorsium untuk membangun satu smelter, melainkan berdiri sendiri sehingga dipastikan akan ada delapan smelter yang terbangun di sana.

Setiap perusahaan diperkirakan akan mendapatkan lahan sekitar 300 hektar. Adapun sisinya nanti akan digunakan untuk infrastruktur pelengkap lainnya.

“Lokasinya cukup baik katanya, ini murni dari Kabupaten yang menyiapkan lahan dan investor China banyak yang berminat. Mau bikin kawasan smelter nikel di sana,” kata Harjanto di kantor Kemenperin, Rabu (23/4/2014).

Staf Ahli Bupati Bantaeng Vince Gowan mengatakan investor China tersebut dipastikan akan menggandeng partner lokal untuk bekerja sama. Setiap perusahaan diperkirakan akan menggelontorkan investasi sekitar US$300 juta untuk membangun satu smelter.

Mengenai bahan bakunya, kata Vince, akan diperoleh melalui puluhan pemilik izin usaha pertambangan (IUP) yang sudah memberikan komitmennya.

“Ini investasi independen masing-masing perusahaan China. Pemasok bahan baku sudah siap, nanti di akan dibangun juga infrastruktur, pelabuhan, dan sebagainya,” kata Vince.

Saat ini, jaminan pasokan listrik juga sudah diperoleh melalui PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

Rencananya, dalam waktu dekat akan ada penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Kawasan Banteng Industrial Park dengan PLN.

“Sudah ada pembangkit listrik lewat PLN dengan kapasitas 120 megawatt-150 megawatt,” kata Vince yang juga Ketua Dewan Bantaeng Industrial Park.

Dari delapan perusahaan yang sudah berkomitmen, setidaknya ada 3-4 perusahaan yang siap merealisasikan investasinya tahun ini.

Perusahaan tersebut a.l PT Titan Meneral Utama, PT Huadi Steel Group, dan Macrolink Co. Ltd.

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn